arrow-down

Tanggal 27 Juli dan 28 Juli akan diadakan 2 kapsel setiap harinya. Silakan memilih tema berbeda dalam di setiap kapsel nya, 2 kapsel di tanggal 27 Juli, dan 2 kapsel di tanggal 28 Juli (materi sama, tidak berkelanjutan)

  • Pembicara: Pdt. Kalvin Budiman, Ph.D.

    Deskripsi: Menjelaskan problem kejahatan bagi ateisme. Kapita selekta ini bertujuan menunjukkan problem di dalam pandangan ateisme terhadap keberadaan kejahatan. Apakah ada makna di balik kejahatan dan adakah pengharapan bagi kita manusia di dalam menghadapi kejahatan jika ateisme benar?

     

  • Pembicara: Ev. Wilson Jeremiah, Th.M.

    Deskripsi: Orang seringkali berpikir bahwa adanya kejahatan membuktikan bahwa Allah yang baik dan mahakuasa itu tidak ada atau mungkin sekali tidak ada. Kapita selekta ini hendak memperlihatkan bahwa problem logis dan evidensial kejahatan tidak berhasil menunjukkan bahwa Allah tidak ada

  • Pembicara: Ev. Leonard Sidharta, Ph.D.

    Deskripsi: Semua pandangan dunia dan agama-agama akan menghadapi kenyataan kejahatan. Namun apakah keunikan iman Kristen di dalam menjawab masalah kejahatan dibandingkan agama-agama lain? Kapita selekta ini hendak menunjukkan keunikan pandangan iman Kristen terhadap kejahatan dibandingkan agama-agama lain.

  • Pembicara: Ev. Chandra Wim, Ph.D. (cand.)

    Deskripsi: Apakah peranan gereja di dalam menghadapi dunia yang penuh dengan kejahatan? Bagaimana sikap moral orang Kristen terhadap adanya kejahatan? Kapita selekta ini menunjukkan peranan yang diambil oleh gereja di dalam menghadapi dunia yang menderita. Bahwa gereja dipanggil untuk mengentaskan kejahatan di dalam dunia.

  • Pembicara: Pdt. T. Christian Sulistio, D.Th.

    Deskripsi: Orang-orang Kristen tidak terluput dari penderitaan selama hidup di dalam dunia ini. Namun apa peran dari Roh Kudus di dalam penderitaan orang-orang Kristen? Adakah penghiburan dan kekuatan yang diberikan oleh Roh Kudus? Kapita selekta ini hendak menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas.

  • Pembicara: Ev. David Alinurdin, Th.M.

    Deskripsi: Di dalam menghadapi penderitaan berkaitan dengan kejahatan natural orang seringkali menjadi pasif dan pasrah. Namun sebagai orang Kristen dapatkah kita hanya bersikap pasrah kepada takdir dan tidak mengantisipasi akan kemungkinan yang kita tahu dari sains? Kapita selekta ini hendak menjelaskan bahwa kita perlu menghargai hukum-hukum alam yang ada dan memahaminya untuk mengantisipasi dan memberikan respons yang tepat terhadap kejahatan natural.

Prothumia Camp 2021