arrow-down

Kapita Selekta Pertama
ISU BIBLIKA

  1. TOPIK: How Can the Bible be Authoritative? 
    TEMA: Question Authority
    Deskripsi: 
    Setiap orang Kristen percaya bahwa di dalam natur ilahinya, Alkitab memiliki kuasa untuk mengajar, mengubahkan, dan menyatakan kehendak Allah. Masalahnya, sebagian orang Kristen merasa bahwa Alkitab hanya berbicara di dalam momen-momen atau melalui ayat-ayat tertentu. Bukankah Alkitab merupakan firman Tuhan? Apakah otoritas Alkitab ditentukan oleh pembacanya?
  2. TOPIK: Is the Bible Trustworthy?
    TEMA: Can You Believe It’s True?
    Deskripsi:
    Selama kurang lebih 1500 tahun, Alkitab ditulis oleh berbagai individu di dalam kurun waktu yang berbeda-beda. Kita percaya bahwa manusia tidak mungkin bisa lepas dari bias dan juga kesalahan. Jika Alkitab adalah Firman Allah, bagaimana kita bisa memercayai kebenaran Alkitab yang juga ditulis oleh manusia? Apa yang membedakan Alkitab dengan buku-buku yang ditulis oleh manusia pada umumnya?
  3. TOPIK: Is the Bible Enough?
    TEMA: From Father to fathers
    Deskripsi:
    Kita memercayai bahwa 66 kitab di dalam Alkitab telah ditentukan oleh bapa-bapa gereja. Apakah mungkin ada kitab yang terlewatkan di luar dari Kejadian hingga Wahyu? Apakah ketentuan bapa-bapa gereja merupakan representasi dari otoritas ilahi?
  4. TOPIK: Is the Bible still Relevant Today?
    TEMA: The World and The Word
    Deskripsi: 
    Seringkali sesuatu yang berbau kuno dapat kita anggap sudah tidak lagi relevan dengan keadaan dunia sekarang. Sedangkan maraknya hal-hal yang berbau viral, dianggap lebih penting dan relevan. Jika demikian, apakah hal ini menjadikan Alkitab yang telah ditulis ribuan tahun lampau tidak relevan lagi dengan keadaan dunia sekarang ini?
  5. TOPIK: Is the Bible Hard to Understand?
    TEMA: The Bible Tells Me So
    Deskripsi:
    Sering kali yang terpikir oleh setiap orang ketika mendengar kata Alkitab adalah tulisan panjang yang sulit dipahami. Ketertarikan untuk membaca saja sudah sangat jarang di zaman ini, apalagi niat untuk mempelajari dan memahami. Lantas, mengapa Tuhan memberikan Alkitab kalau memang sulit untuk dipahami? Bagaimana cara untuk memahami Firman Allah ini?

__________________________________

Kapita Selekta Kedua
ISU KONTEMPORER

  1. TOPIK: Metanaratives
    TEMA: Behind The Scene
    Deskripsi:
    Setiap game dan film yang kita jumpai mengandung storyline. Di balik setiap storyline tersebut terdapat suatu konsep yang menangkap imajinasi kita. Ketika imajinasi kita sudah ditangkap, maka cara berpikir kita akan diubahkan. Dalam sesi ini kita akan membedah tentang rahasia yang ada di balik setiap game dan film.
  2. TOPIK: Truth
    TEMA: The Race of Truths
    Deskripsi:
    Di zaman sekarang, sering terdengar sebuah kalimat yang berkata, “Kebenaranku adalah kebenaranku, kebenaranmu adalah kebenaranmu.” Dengan demikian, semua orang memiliki kebebasan untuk memilih kebenaran mana yang ingin mereka percayai. Tetapi, apakah pilihan mereka tepat? Lantas, standar apakah yang dapat kita pakai untuk menilai sebuah kebenaran?
  3. TOPIK: Social Media
    TEMA: Citizen vs Netizen
    Deskripsi:
    Di era pascamodern ini, kita sebagai pemakai media sosial kurang memerhatikan bahaya dari media sosial, secara khusus bagi kaum muda. Survei mengatakan bahwa penggunaan media sosial dapat membuat kerohanian seseorang menjadi terhambat. Lalu bagaimana kita sebagai citizen [of Heaven] sekaligus netizen dapat menghadapi bahaya dari media sosial ini?
  4. TOPIK: Psychology
    TEMA: Biblegram
    Deskripsi:
    Tidak dapat dipungkiri bahwa frase “be yourself” saat ini sudah menjadi prinsip (wajib) yang dipegang oleh sebagian besar orang. Dengan frase tersebut, banyak orang yang akhirnya gemar untuk mencintai dan membenarkan dirinya, bahkan menunjukkannya dengan cara menjadi beautyvlogger, selebgram, dan youtuber di media sosial. Masalahnya, apa arti sebenarnya “menjadi diri sendiri?” Apalagi jika kita adalah influencer-influencer, bagaimana caranya bersikap dengan jati diri yang sesuai dengan Firman Tuhan?
  5. TOPIK: Social Construct
    TEMA: #lovewins
    Deskripsi:
    Di zaman pascamodern ini, social construct telah menjadi wajah baru dalam menentukan standar kebenaran. Kebenaran ditentukan oleh opini yang disuarakan secara masif oleh komunitas sosial. Hal ini tentu membuka ruang bagi kebenaran untuk dikonstruksi dan dibiaskan. Lantas, sebagai remaja Kristen, kebenaran seperti apa yang seharusnya kita hidupi? Apa sikap yang harus kita ambil dalam menghadapi social construct?
SAAT Youth Camp 2019