arrow-down

KAPITA SELEKTA (KAPSEL)
Kapsel akan diadakan sebanyak dua kali, yaitu pada tanggal 29 dan 30 Desember 2020 dengan tema yang sama. Silakan pilih dua kapsel yang anda inginkan pada waktu pendaftaran, satu untuk di tanggal 29 Desember 2020, dan satunya lagi untuk tanggal 30 Desember 2020. (Jumlah kuota di setiap kapsel terbatas. Oleh karena itu, jika peserta mendaftar pada kapsel yang melewati jumlah kuota yang sudah ditentukan, maka peserta akan dipindahkan ke kapsel lain yang masih memiliki sisa kuota)

  • Pembicara: Ev. Wilson Jeremiah

    “What does it mean to be human?” Di tengah zaman di mana isu disforia gender dan LGBT menjadi semakin panas, pertanyaan ini menjadi semakin relevan untuk direnungkan lebih lanjut. Kapsel ini dirancang supaya kita dapat belajar bersama untuk lebih memahami isu-isu terkait identitas manusia, ontologi gender dan seksualitas menurut perspektif iman Kristen, serta bagaimana kita dapat tetap melihat Allah kita sebagai Pencipta dan Pemelihara umat manusia yang dikasihi-Nya.

     

     

  • Pembicara: Ev. Chandra Wim

    Global warming masih terjadi, tetapi isu ini sudah ditinggalkan oleh banyak orang. Tidak dapat disangkal bahwa Global Warming terjadi akibat manusia yang tidak bertanggung jawab atas ciptaan Tuhan. Padahal, Tuhan memerintahkan kita untuk “berkuasa atas” bumi ini. Oleh karena itu, kapsel ini dirancang supaya kita dapat belajar dan memahami teologi, ekologi (ilmu tentang lingkungan), serta kaitannya. Kita akan belajar bagaimana memelihara ciptaan Allah dan “menguasai” bumi seperti yang diperintahkan-Nya (Kej. 1:28).

  • Pembicara: Ev. Carolien Tantra

    Salah satu fase kehidupan bangsa Israel ialah berada di padang gurun selama 40 tahun. Menariknya, Allah memerintahkan bangsa Israel untuk beribadah kepada-Nya di sana (Kel. 7: 16). Sesungguhnya, apa yang dimaksud dan diinginkan Allah dari ibadah ini? Melalui Kapsel ini kita akan membahas apa dan bagaimana ibadah yang dilakukan oleh bangsa Israel selama masa perjalanan mereka di padang gurun.

  • Pembicara: Ev. Carmia Margaret

    Kitab-kitab Pentateukh merupakan kitab yang berisi banyak aturan dan hukum, mulai dari aturan makanan, aturan beribadah, aturan kerja, sampai aturan berelasi. Di satu sisi, kita sering diajarkan bahwa Tuhan Yesus telah memenuhi semua tuntutan hukum sehingga kita tidak terikat lagi dengan berbagai aturan itu. Tetapi, di sisi lain, Tuhan Yesus sendiri berkata bahwa Ia tidak meniadakan hukum melainkan menggenapinya seluruhnya. Jadi bagaimana kita yang hidup di zaman ini memandang hukum-hukum di dalam Pentateukh? Apakah semua hukum itu masih berlaku, sudah batal, atau sebagian berlaku dan sebagian batal? Dalam kapsel ini, kita akan belajar tentang relasi antara hukum dan anugerah yang terkesan bertolak belakang, serta fungsinya bagi kehidupan kita saat ini.

  • Pembicara: Pdt. Budi Moelyono & Ev. Ratnajani

    Jatuh cinta? Semua orang pasti pernah mengalaminya. Tetapi yang menjadi dambaan setiap anak muda masa kini pastilah menemukan pasangan hidup yang sesuai dengan kehendak Tuhan. Akan tetapi sebenarnya apakah pasangan hidup kita ditentukan Tuhan atau menjadi pilihan kita? Oleh karena itu pada kapsel ini, kita akan belajar bagaimana leluhur umat pilihan Allah menemukan pasangan hidupnya – dipilih atau memilih? Juga bagaimana mereka membangun rumah tangga mereka.

  • Pembicara: Ev. Misael Prawira

    Ketika Allah berkenan hadir di tengah-tengah bangsa Israel, maka Dia tidak hanya memperhatikan kesiapan hati umat-Nya, tetapi juga kesiapan tempat kehadiran-Nya yang ditunjukkan Allah dengan memberikan “blueprint” surga dalam rupa Kemah Suci. Dalam kapsel ini, kita akan melihat keindahan “blueprint” yang Allah desain untuk umat Israel serta relevansinya bagi kita.

syc2020